Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Dr Caput Menjadi Nara Sumber Pembukaan Latihan Kader HMI di Tegal Linggah .


Dr Caput (Baju Batik)


Buleleng,Intelmediabali.id- Dihadapan peserta Basic Training Latihan Kader 1 (LK1) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja, DR. Ketut Putra Sedhana, SPOG menyampaiakan nasehat bahwa 'badai' Covid-19 yang melanda dunia pasti berlalu.

Lebih Lanjut Dokter ahli kandungan ini sekaligus menjawab kekhawatiran peserta training terhadap munculnya varian-varian baru Covid-19. ''Pertama harus tanamkan cara berfikir positive, dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan lengah,''katanya, Sabtu (23/10) di Aula Yayasan Desa Tegalinggah, Sukasada-Buleleng.

Masih menurut Dr. Caput faktor utama yang bisa menimbulkan kejadian adalah Faktor phsikis. Dimana menurut DR. Caput rasa khawatir, rasa takut yang berlebihan atau dis sebut 'Badai' Nalar akan mempengaruhi daya imun tubuh. ''dinamakan Badai Nalar menimbulkan berbagai reaksi yang berlebihan. Melihat ada orang batuk, panas kita sudah bereaksi dengan rasa kekhawatiran yang tinggi. Justru itu yang membuat daya imun kita turun atau lemah dan apa yag dikhawatikran akan benar-benar terjadi,''tambahnya.

Dalam situasi pandemi Covid-19, katanya yang perlu mendapat pemahaman katanya Badai sitokin - suatu reaksi system imun yang berlebihan dan tidak terkontrol terhadap virus. Reaksi ini tidak hanya akan membunuh virus namun juga bisa menimbulkan peradangan yang berlebihan dalam tubuh sehinga terjadi kerusakan dari organ. Hal ini berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan berat dan terjadi gagal multi organ. Biasanya komplikasi ini terjadi pada hari 6 – 10 dari terpapar virus Covid 19 dan beberapa waktu setelah dinyatakan sembuh dari Covid 19.

"Untuk mencegah terjadinya badai sitokin menurutnya yaitu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, melakukan vaksinasi dan pola hidup sehat" Pungkasnya Dihadapan Peserta (IMM)

Posting Komentar

0 Komentar