Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

OPINI : Donald Trump Positif ,RekayasaPolitik Dan Penemuan Vaksin Covid-19



Oleh :Dahono Prasetyo 
04 Oktober 2020
----------------
Intelmediabali.id -Jakarta- Berita Presiden Amerika Serikat Donald Trump positif Corona menghiasi headline sejumlah media hari Jum'at lalu. Awalnya saya sempat berkerut jidat membentuk tanda tanya, namun sesaat kemudian nyengir sambil garuk-garuk perut. Pasalnya, inilah babak baru perang Covid yang mewabah di planet ini.

Pemimpin negara adi daya yang paling kontroversial menyikapi Pandemi Corona ini sedang dalam rangka kampanye pemilihan Presiden. Lawannya Joe Biden dari partai Demokrat, musuh abadi Partai Republik asal petahana Donald Trump. Keduanya berbeda dalam menyikapi virus Covid-19. Biden yang di asumsikan patuh protokol kesehatan sedangkan Trump cuek bebek pada Corona. Trump sempat menyindir gaya kampanye Biden yang sepi pendukung saat mematuhi protokol kesehatan, kini berbuah karma.

Trump yang sempat mengeluh tidak enak badan, kemudian diperiksa dokter kepresidenan dan merebaklah kabar vonis positif Covid-19 yang lantas di Amini Trump sendiri. Artinya saat Trump yang selama ini tidak percaya pandemi mendadak dipaksa percaya oleh keputusan medis seorang dokter. Keputusan meng-Coronakan Trump pantas dicurigai bagian dari strategi politik. Persoalannya bukan tentang Trump yang terancam mati gegara virus, tetapi issue wabah Covid-19 di negara manapun bisa menjadi komoditas politik.

Amerika sebuah negara yang sarat dengan intrik politik baik di dalam maupun ke luar negeri, tidak sesederhana itu menetapkan petahana yang digadang-gadang akan berkuasa 2 periode itu terpapar virus yang dipercayai tidak membahayakan. Jika itu benar maka mari kita analisa udang apa yang ada di balik batu.

Trump positif Corona secara psikologis Biden menang selangkah dalam hal meraih simpati warga. Entah tim dokter Trump kena sogok berapa dari Tim Ses Joe Biden untuk menetapkan status ODP Trump, tidak mustahil yang terjadi sebaliknya. Trump mesti mundur selangkah untuk melompat jauh menyalip popularitas Biden. Saat merelakan dirinya berstatus positif Corona, diam-diam Trump sudah mempersiapkan vaksin penyembuhnya. Inilah babak baru perang pandeminya.

Saat negara-negara sedang sibuk menciptakan vaksin anti Corona, saat beberapa diantaranya sedang adu klaim menjadi penemu vaksin terbaiknya, saat itulah Trump muncul sebagai pahlawan. Trump tinggal sebut satu merk vaksin yang berhasil menyembuhkannya, sedikit kasak-kusuk dengan WHO, maka pemenang perang pandemi ada dalam genggaman Amerika meski harus memanfaatkan Trump sebagai "kelinci percobaannya. Lupakan Biden yang unggul selangkah gegara patuh protokol kesehatan, lebih penting kampanye obat Trump yang mau tidak mau akan diakui daya empatinya bagi negara-negara korban pandemi.

Trump yang meraih simpati sebagai pejuang Covid-19, dan Amerika yang sukses menjual ratusan juta vaksin plus royaltinya. Itulah virus yang terbukti paling sexy saat dijadikan dagangan politik.

Apa pengaruhnya pada Indonesia? Pertanyaan penting yang gampang-gampang susah dijawab di saat sedang kebingungan menjadikan pandemi ini menjadi komoditas politik atau lompatan science. Ungkapan Jerix yang dipolisikan gegara menuduh IDI sebagai kacung WHO bisa jadi terbukti. Vaksin rekomendasi WHO yang berhasil menyembuhkan rekayasa Donald Trump, otomatis akan menggugurkan uji coba vaksin lain yang sedang dilakukan para ahli. Setiap negara yang punya ketergantungan tinggi pada Amerika dipaksa percaya keampuhan Vaksin itu. Bisa saja vaksin dibagikan gratis atas kebaikan "liciknya" Amerika, namun punya konsekwensi intervensi Amerika dalam penanganan Corona di negara lain dan khususnya Indonesia dalam jangka panjang

Publish : Imam

Posting Komentar

0 Komentar