Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Logo Resmi 'Pasukan Adat Macan Ali'' Keraton Pakung Wati Cirebon



Intelmediabali.id-Cirebon -: Pada hari Kamis tanggal 24 September 2020 Ingsun Sri Raksabuana Kusuma (Kiageng Macan Putih) Drs. H. PC. Muhammad Muslim MP (Raja Caruban Nagari Ke-8) Ing Keraton Pakungwati Caruban Nagari Cirebon Trah Padjadjaran, mengumumkan secara resmi 

Bahwa logo 'PASUKAN ADAT MACAN ALI 'milik Keraton Pakungwati yang berlaku adalah berlambang MACAN ALI dan sekelilingnya dibentengi dengan garis melingkar berbentuk CAKRABUANA "SAIFI ANGIN" dengan kekuatan Arah Mata Angin yaitu: TIMUR, BARAT, SELATAN, UTARA, BARAT DAYA, BARAT LAUT, TIMUR LAUT dan TENGGARA, yang mengandung Makna dan Filosofi Kekuatan Alam yang sangat agung, yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya warisan Pangeran Cakrabuana dan Sunan Gunung Jati.

MACAN ALI adalah lambang bendera Keraton Pakungwati Caruban Nagari Cirebon Trah Padjadjaran sejak zaman pemerintahan Sunan Gunung Jati yang berbentuk Kaligrafi Arab dan berisikan dua Kalimat Syahadat (Syahadatain) yaitu Syahadat Tauhid dan Syahadat Rosul atau yang disebut juga Kalimursyadah, MACAN ALI juga memiliki hubungan batin yang sangat kuat dengan Masyarakat Caruban Nagari, karena didalamnya mengandung Makna dan Filosofi yang sangat agung yaitu: MA = Masyarakat Adat, CAN = Caruban Nagari, ALI = Agung Linuhung, jadi yang dimaksud dengan Kalimat MACAN ALI adalah Perkumpulan Masyarakat Adat Caruban Nagari Yang Agung Linuhung.
Dan Keraton Pakungwati adalah istana milik Kerajaan Caruban Nagari yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana sejak tahun 1452 M. 

Yang diambil dari nama putrinya yaitu Bernama Nyimas Ratu Pakungwati yang menikah dengan Sunan Gunung Jati yang lahir dari permaisuri yang bernama Nyimas Ratu Indangayu.

Demikianlah penjelasan ini semoga dapat bermanfaat untuk kita semua sebagai pengetahuan sejarah Cirebon yang sebenarnya, terutama untuk anak cucu keturunan Keraton Pakungwati Caruban Nagari Cirebon Trah Padjadjaran sebagai generasi penerus Cirebon, agar jangan sekali-kali melupakan sejarah dan peradaban para leluhurnya "JAS MERAH", terimakasih selamat berjuang dan Salam... satu nagari (Imam) 

Posting Komentar

0 Komentar