Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Kuasai Geopolitik dan Geostrategi Maritim serta Mempertegas UU Daerah Kepulauan, Sosok Ini Cocok Gantikan Edhy Prabowo di Menteri KKP




 𝐉𝐚𝐤𝐚𝐫𝐭𝐚 ,𝐈𝐍𝐓𝐄𝐋𝐌𝐄𝐃𝐈𝐀𝐁𝐀𝐋𝐈.𝐈𝐃  - Edhy  Prabowo  menyatakan akan mundur dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap ekspor benur. Siapa kandidat yang bisa menggantikan posisi Edhy Prabowo di Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi)?

Posisi Menteri KKP kini untuk sementara diisi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai menteri ad interim.

Sabtu (18/7/20), Melalui keputusan bersama Dewan Perwakilan Daerah, Ketua DPD RI AA La Nyalla telah merekomendasikan 3 nama calon pengisi pos menteri di Kabinet Indonesia Maju jika Presiden Joko "Jokowi" Widodo jadi merombak jajaran menterinya (reshuffle). Salah satu yang mencuat akan menjadi kandidat kuat diantara Tiga nama  adalah Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono.

“ Nono  Sampono dinilai memiliki kriteria yang pas menggantikan Edhy Prabowo di posisi Menteri KPP, dikarenakan pengalaman militernya dan  penguasaan terhadap dunia kemaritiman, serta daerah Kepulauan”. Timpal Ketua Komite I DPD RI H Fachrul Razi MIP kepada media Jumat (27/11) baru – baru ini usai kunjungan ke Aceh dan memantai daerah terdepan Indonesia, teritorial Lanal pulau Sabang,

Fachrul Razi menambahkan, satu nama yang dianggap mumpuni, yaitu Wakil Ketua I DPD Nono Sampono. Pasalnya, Nono pernah membantu Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan terkait executive briefing. "Kita punya calon dan sudah saya sampaikan," kata dia.

*Nono Sampono; Marinir Sejati dari Maluku dengan Segudang Prestasi*

Dikutip dari media satumaluku, (27/11) Nono Sampono, saat ini, lebih dikenal sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) atau Senator dari Provinsi Maluku. Dia memang baru bisa mendapatkan kesempatan mengabdi bagi masyarakat Maluku setelah mengakhiri karir militer.

Hingga kini Nono Sampono tetap menjalin komunikasi dengan masyarakat Maluku di tempat tugasnya. Bahkan saat bertugas di Jakarta, Nono menjadi figur yang dihormati karena menjadi salah satu tokoh pelindung masyarakat Maluku se-Jabodetabek. Dia sangat aktif dan sering menggagas berbagai kegiatan masyarakat Maluku di perantauan.

Kisah hidup Nono Sampono sesungguhnya sangat inspiratif. Dia merupakan salah satu pemuda berdarah Maluku yang sukses merintis karir di militer, bahkan meraih prestasi-prestasi yang tak pernah dibuat putra-putra Maluku sebelumnya. Darah Maluku turun dari ibunya. Sedangkan ayahnya berdarah Madura. Namun, sejak kecil semenjak sang ayah dan ibu berpisah, Nono mengikuti pamannya Idris Sampono, dan hidup dalam kesederhanaan di Kota Ambon sampai masa remaja.

Selepas menyelesaikan studi di SMA Xaverius Ambon, Nono Sampono sempat melanjutkan pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Pattimura. Namun, baru setahun di bangku kuliah, dia sempat risau dengan masa depannya karena kondisi ekonomi keluarga. Akhirnya Nono Sampono banting stir mendaftar menjadi taruna AAL pada tahun 1972. Menjadi taruna saat itu, merupakan salah satu cara untuk memperbaiki nasib. Banyak pemuda Maluku maupun pemuda daerah lain yang punya mimpi menjadi taruna militer. Karena selain tidak membebani keluarga, lulusan taruna menjanjikan masa depan yang lebih baik.

Itu juga yang menginspirasi Nono Sampono. Dia teken Akabri dan mendapat penempatan pendidikan di Akademi Angkatan Laut. Pemuda kelahiran 1 Maret 1953 itu pun lantas meninggalkan Ambon, Maluku dan membangun karir cemerlangnya selama puluhan tahun di TNI. Dia lah putra berdarah Maluku pertama menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) dengan pangkat Brigadir Jenderal TNI (Marinir) di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Saat Megawati Soekarnoputri menggantikan Gus Dur, Nono naik jabatan menjadi Komandan Paspampres dengan pangkat Mayor Jenderal TNI (Mar) dan mencatatkan diri sebagai putra Maluku pertama yang menjadi Komandan Paspampres.

 

*Penguasaan Isue Geopolitik dan Geostrategi Maritim Indonesia*

Menurut Nono, Indonesia mempunyai peran strategis di kawasan Asia Pasific dalam tujuan poros maritim dunia. Menurut Nono, ada tiga cara agar Indonesia mempunyai peran strategis yaitu menjaga kawasan ASEAN agar tidak masuk dalam wilayah konflik; menjamin keamanan dan kelancaran arus pelayaran di perairan Indonesia khususnya dari dan ke Laut Cina Selatan; melakukan Diplomasi Maritim dengan mengedepankan saling percaya dan kerjasama yang saling menguntungkan demi kepentingan bersama di kawasan.

Hal ini berdasarkan fakta bahwa negara Indonesia ini 2/3 nya merupakan laut dengan kurang lebih 17.500 pulau yang tersebar dari sabang sampai merauke. Ini merupakan tantangan besar bagi masyarakat Indonesia untuk menyatukan antara darat dan laut (unity), masalah kesejahteraan (prosperity), untuk kejayaan dan kewibawaan negara(dignity).

Ia menyampaikan bahwa Laut indonesia harus dapat dikelola, dan diamankan bersama mengingat indonesia berada pada letak yang strategis diantara persilangan dua samudra dan dua benua. Potensi ini agar dapat dimanfaatkan demi rakyat Indonesia yang lebih berhak, bukan untuk digunakan oleh bangsa lain.

Baru- baru ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nono Sampono mengatakan perlu adanya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewaspadai perkembangan lingkungan akibat pergeseran Geo Politik, Geo Ekonomi dan Geo Strategi dikawasan Asia Pasifik.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan
tema “Perkembangan Geopolitik di Kawasan Asia Selatan serta Pengaruhnya Terhadap Jalur Logistik ASEAN dan Indonesia Bagian Barat” di Aula Serbaguna, Banda Aceh, Rabu (25/11).

Senator asal Maluku ini menjelaskan penyebab adanya pergeseran antara lain adanya efisiensi sumber daya alam dan kekuatan adidaya di Asia yakni negara Cina yang membangun kekuatan ekonomi dan militer yang luar biasa sehingga negara adidaya yang lain seperti Amerika bisa mengimbanginya.

“Itulah yang terjadi sekarang ini adanya persaingan. Baik persaingan ekonomi maupun persaingan militer yang terjadi. Sementara global perdagangan di Asia Pasifik itu sudah bergeser,” jelas Nono

Pergeseran perdagangan global yang terjadi di kawasan Asia Pasifik mencapai 74% dan 90 % diantara nya menggunakan moda transportasi laut melewati perairan Indonesia.

Untuk itu, Nono Sampono berharap adanya kontribusi pusat dan daerah untuk melihat persoalan ini sebagai sebuah momentum yang baik untuk membangun perekonomian bangsa, karena posisi Indonesia yang sangat strategis. Terutama Provinsi Aceh yang belum sesuai dengan harapan bersama.

 

*Salah satu Inisiator Lahirnya UU Daerah Kepulauan*

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menginisiasi sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang menunjang pembangunan daerah kepulauan dalam menopang perekonomian bangsa. RUU tersebut di antaranya RUU Wawasan Nusantara, RUU Daerah Kepulauan, dan RUU Ekonomi Kreatif. Wakil Ketua DPD Nono Sampono menilai RUU Daerah Kepulauan sejalan dengan Nawacita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam membangun dari daerah pinggiran. Indonesia terdiri ribuan pulau. Sedangkan tingkat kesejahteraan masyarakat di pulau-pulau terluar masih memprihatinkan. Hal ini dapat terlihat dari pembangunan infrastruktur yang belum memadai, tingginya angka kemiskinan, pendidikan yang rendah, masalah dalam pemenuhan kebutuhan dasar, dan tidak memadainya anggaran daerah.

Nono Sampono mengatakan wilayah perbatasan adalah teras terdepan dari sebuah negara, suatu keniscayaan bahwa baik buruknya manajerial pengelolaan wilayah perbatasan merupakan salah satu tolak ukur gambaran dari sebuah negara. Tegasnya, wilayah perbatasan harus menjadi prioritas dan perhatian secara serius semua elemen bangsa karena wilayah perbatasan erat kaitannya dengan harkat, kedaulatan, dan martabat suatu bangsa.

 

Profil Lengkap Calon Menteri KKP

Nama Lengkap

Letjen TNI (Mar) Nono Sampono S.Pi, M.Si.

Alias

Nono

Agama

Islam

Tempat Lahir

Bangkalan, Madura

Tanggal Lahir

Minggu, 1 Maret 1953

(MI)

Posting Komentar

0 Komentar