Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Upaya Mahasiswa STKIP AH Singaraja Mengolah Sampah Plastik Menjadi Produk Unggulan BUMDES Jineng Dalem Buleleng Bali .







BULELENG -INTELMEDIABALI .Id Berawal besarnya potensi masalah sampah desa khususnya jenis plastik di Desa Jinengdalem, membuat mahasiswa STKIP Agama Hindu Singaraja melalui UKM Kewirausahaan mengusulkan Program Holistik Pembinaan dan Pemerdayaan Desa (PHP2D) dengan judul “Pembinaan dan Pemerdayaan Kelompok Masyarakat Pengelola Sampah Desa Menuju Produk Unggulan BUMDesa Jinengdalem, Buleleng-Bali.”







Seperti diketaui bersama besarnya volume sampah desa yang mencapai 4 ton/bulan dan tidak tersedianya tempat pengolahan sampah di Desa Jinengdalem membuat para Mahasiswa STKIP Agama Hindu Singaraja untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat desa Jinengdalem. Sesuai dengan UU No 18 Tahun 2008 ,PERPRES No 83 Tahun 2018 Dan Peraturan Bupati Buleleng NO 39 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ramah lingkungan




Pada Hari Ini Kamis 5 November 2020 Tim Pelaksana PHP2D di Desa Jinengdalem melakukan kegiatan pendampingan dibulan ke 5. Hasil dari kegiatan PHP2D ini meliputi: (1) Tim Pengelola dan Pengangkut Sampah Desa bisa bersinergi dengan BUMDesa Jinengdalem dalam pengelolaan sampah desa; (2) Bank Sampah BUMDesa Jinengdalem sudah mulai aktif dan beroperasi; dan (3) sampah plastik memiliki nilai ekonomis; (4) munculnya produk paving block sebagai unggulan BUMDesa Jinengdalem; dan (5) terbukanya lapangan pekerjaan dalam pengelolaan sampah desa.


Menurut Ketua Pelaksana Kegiatan PHP2D I Nyoman Sudiana Kepada Awak Media "Tujuan Kegiatan Ini Adalah Mengolah Sampah Desa Menjadi Produk Unggulan Desa ,Mendorong Industri Kreatif ,Serta mengedukasi Kesadaran Masyarakat Akan Lingkungan Dan Membantu Program Pemerintah "



Ditambahkan Oleh Dosen Pembimbing STKIP Agama Hindu Singaraja Gede Hendri Ari Susila S.Pd M.Or. kreativitas mahasiswa sangat dibutuhkan dalam membantu permasalahan di desa sebagai contoh pengolahan sampah plastik menjadi paving block, meskipun belum mengarah ke proses “jual-beli” hadirnya program ini bisa terus dikembangkan oleh pelaku usaha di desa Jinengdalem. Sehingga kedepannya kebersihan lingkungan terjaga dan ekonomi desa akan bergerak dengan baik.
 "( Red / Imam)

Posting Komentar

0 Komentar