Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Opini :Reporter Koran Itu Pekerjaan Terburuk Dan Datangnya Teknologi Generasi kelima (5G).



Oleh : Denny JA
Selasa 09Februari 2021
JAKARTA,INTELMEDIABALI.ID-Itulah kesimpulan survei yang dilakukan oleh CareerCast. Selama tiga tahun berturut- turut (2013, 2014, 2015), bekerja di koran itu menempati rangking pertama jenis pekerjaan terburuk. (1)

Banyak kriteria yang digunakan untuk menyusun ranking. Antara lain: tingkat stress, income, potensi karir ke depan.

Yang terburuk diantara bekerja di koran itu adalah koran cetak. Ini industri yang akan masuk museum. Kerja di koran cetak akan menjadi kenangan peradaban. Zaman baru membunuh koran cetak.

Riset juga menunjukkan “Menonton semakin digemari ketimbang Membaca.” Terutama pada generasi muda, jika ada pilihan berita untuk dibaca versus berita yang sama yang tersedia dalam bentuk audio visual, maka audio visual yang akan dipilih.

Informasi, hiburan, renungan, jika ingin meraih lebih banyak audience, ia perlu dialihkan ke bentuk audio visual. (2)

Generasi kelima teknologi internet (5G) segera tiba. Tahun ini, 2021, akan mulai banyak teknologi menggunakan 5G.

Perubahan peradaban yang akan dibawa oleh 5G jauh lebih besar ketimbang perubahan yang dibawa oleh 4G, 3G, 2G, 1G digabung menjadi satu. (3)

Akan datang era Smart City. Lampu kota akan mati otomatis jika tak ada orang disekitar. Ini dapat menghemat enerji sebuah kota senilai 30 trilyun pertahun.

Akan datang era mobil tanpa supir. Jutaan kecelakaan mobil dapat dikurangi. Kecelakaan acapkali disebabkan oleh human error. Kini human error tak ada karena supir tak lagi dibutuhkan.

Dokter tak lagi dikunjungi secara fisik. Berkembang telemedicine. Konsultasi dan obat bisa diberikan jarak jauh.

Dunia virtual semakin dominan. Internet of everything terjadi. Koneksi internet jauh lebih cepat, lebih banyak, lebih bagus gambar dan dimana mana.

Dunia semakin menyatu. Audio visual semakin dominan.

Apa efek perkembangan diatas terutama bagi mereka yang bekerja dalam dunia opini di ruang publik?

Terutama untuk penulis yang ingin bertahan di zaman baru, harus mengantisipasi efeknya.

Karya dalam bentuk audio visual akan bertahan panjang. Sementara yang dalam bentuk teks semata semakin kurang diminati. Teks akan ditinggalkan.

Berita dan informasi cepat basi. Setiap detik zaman berubah. Yang akan panjang bertahan adalah informasi yang timeless. Yang lebih bersifat renungan. Pemikiran.

Jikapun merespon isu yang tengah hot, selalu cari esensi lebih universal, lebih reflektif tentang isu itu.

Zaman semakin menyatu. Bahasa Inggris menjadi bahasa bersama. Karya yang ditulis dalam bahasa Inggris, setidaknya jika itu video, ada substitle bahasa Inggris, ia lebih sesuai dengan zaman baru.

Saya merasakan berkah hidup dalam komunitas yang trendy dengan perkembangan teknologi.

Komunitas ini membentuk tim yang mengalih wahanakan banyak buku saya ke dalam audio visual. Lalu diberikan substitle bahasa Inggris.

Enam tahun sudah komunitas ini bekerja. Hasilnya hingga esai ini ditulis: 70 video karya terpilih, dalam durasi mulai dari 3 menit hingga 30 menit.

Buku saya soal kisah diskriminasi di Indonesia dalam bentuk puisi esai sudah di “audio-visual” kan. Bersama sineas Hanung Bramantyo, buku Atas Nama Cinta sudah menjadi 5 serial film (durasi masing- masing 30 menit).

Juga diberikan substitle bahasa Inggris di sana.

Buku saya soal jeritan batin di era Virus Corona, dalam bentuk cerpen esai, Atas Nama Derita, juga sudah divideokan.

FX Purnomo menggandeng aktor papan atas: Christine Hakim, Reza Rahadian, Marini, Agus Kuncoro, Ray Sahatepy, Ina Febriyanti, dan lain lain, sudah mengubah buku itu menjadi 8 serial film (durasi sekitar masing masing 15-20 menit).

Juga diberi substitle bahasa Inggris.

Bahkan buku non- fiksi saya, Sprituality of Happiness, pedoman hidup bahagia berdasarkan hasil riset, juga mulai dibuatkan audio visualnya.

Buku ini sedang ditata menjadi training dan pelatihan hidup bahagia. Ini kombinasi antara pengajaran lewat diskusi dan meditasi.

Setiap sesi akan dimulai dengan video, audio visual, sebagai simulasi berdasarkan prinsip buku Spirituality of Happiness itu.

Sebanyak 70 video, yang memvisualkan berbagai buku saya dan tulisan lepas, bisa dilihat di Akun Youtube: Karya Terpilih Denny JA (Playlist).

Ini playlist yang akan terus tumbuh. Dapat dikatakan ini ikhtiar budaya seorang penulis merespon zaman yang berubah.

Yaitu zaman yang lebih memilih audio visual ketimbang teks. Yang lebih memilih ada elemen bahasa Inggris agar bisa diakses dunia yang mengglobal.

Zaman tengah berubah. Yang akan bertahan dan maju adalah mereka yang juga berubah. Lebih sesuai dengan zamannya. Ujar Darwin: Survival of the Fittest.( Imam Heru Darmawan )




Posting Komentar

0 Komentar