Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Oknum Polsek Bantar Gebang Diduga Lakukan Pemerasan, Ketum Mapan : Ini Tidak Bisa Didiamkan Dan Merusak Citra Kepolisian





Bekasi,Intelmediabali id- Marwah Intitusi Kepolisian Kembali Di uji Karena Kembali Ada Oknum Polisi berulah, kali ini Diduga lakukan pemerasan terhadap N warga Cibuntu, N ditangkap tanpa prosedur yang jelas, lalu dimintai puluhan juta oleh oknum Polisi setelah itu dipulangkan.

Kasus ini berawal  penangkapan terhadap N, sekitar Kurang Lebih Seminggu yang Lalu Sekitar Jam 01.00 PM di Rumahnya di daerah Cibuntu, tanpa prosedur yang tidak jelas, N langsung di bawa ke mobil dan didalam mobil tersebut menurut pengakuan N, ia menerima perlakuan Kekerasan dari Oknum yang sebelumnya tidak diketahui apakah dari Aparat kepolisian atau Preman.

" Ya, pada saat di dalam mobil, Saya bingung, Saya ditangkap motif nya apa, dan ini aparat atau preman, waktu itu Saya masih tanda tanya, lalu Saya mendapatkan perlakuan yang yang kurang wajar dari Orang yang berada di dalam mobil tersebut," Ujar N, Sabtu (12/3/2021).

Setelah itu, N akhirnya tau bahwa yang menangkap dia adalah Polsek Bantar Gebang, kenapa bisa tau karena dia dibawa ke Polsek Bantar Gebang, Setelah itu Oknum Polisi tersebut dapat komunikasi dengan Istri N.

Saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, Korban N mendapatkan perlakuan yang kurang pantas dari oknum Polisi tersebut, N dilempar dengan Aqua yang masih terisi air, ini sudah sangat tidak wajar.

N ditangkap bersama T, dan N Masih tetap bingung apa sebabnya ditangkap, 
dan akhirnya di Tes urine dan sampai N dipulangkan kerumahnya tidak tau hasil daripada Tes urine yang dilakukan terhadapnya.

Dan setelah melalui proses pemeriksaan, akhirnya adanya tawar menawar yang diduga dilakukan oknum Polisi tersebut, akhiranya berkisar di angka puluhan juta rupiah, menurut pengakuan Istri N , pada saat itu ia mencari kesana kemari untuk menebus suaminya itu, dan setelah dapat akhirnya diberikan kepada oknum aparat tersebut.

Mendengar pengakuan dari N juga Istrinya yang memang tetangganya, Ketua Umum Mapan Indonesia RD75 merasa geram dengan oknum-oknum aparat yang berusaha melakukan Pemerasan terhadap tetangganya itu.

" Ini tidak bisa dibiarkan, ini sudah terlewat batas, dengan apa yang dilakukan oleh oknum-oknum aparat iniz yang diduga melakukan Pemerasan terhadap N tetangga Saya."ujarnya.

Seketika itu RD 75 berusaha mencari nomor HP Kanit Polsek Bantar Gebang dan langsung mempertanyakan Lewat Chat Whatsapp terkait dengan perihal tersebut.

" Sedikit kecewa dengan Sikap Dan Kelakuan Oknum Aparat Kepolisian ini yang dapat mencoreng nama baik Institusi, seharusnya sebagai pengayom dan pelayan masyarakat harus bersikap adil seadil-adilnya, jangan lalu dimintai uang puluhan juta yang ga jelas peruntukannya untuk apa, lalu bisa bebas dipulangkan." ucap RD75.

Sebagai Ketua umum Masyarakat Peduli Anti Narkoba ( MAPAN) Indonesia, RD75 akan menyampaikan persoalan ini ke Propam dan Paminal Polres metro Bekasi Kota.

" Harus kita Laporkan, bahkan jika memang tidak ditanggapi , Saya sendiri nanti yang langsung teriakkan Ke Bapak Kapolri dan menuntut janjinya akan menindak tegas anggotanya yang bermain dan terkait dalam Permasalahan Narkoba.Saya Pastikan itu akan saya sampaikan." pungkasnya.( RED/ Imam Heru)

Posting Komentar

0 Komentar