Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Peringati Hari Bumi Tahun 2021, Penyemprotan Ekoenzim Dilakukan Di Desa Adat Buleleng




Buleleng,Intelmediabali.id-
Memperingati Hari Bumi tahun 2021, penyemprotan ekoenzim sebagai disinfektan dilakukan di wilayah Desa Adat Buleleng. Dengan melibatkan Komunitas Ekoenzim Buleleng.

Rombongan penyemprotan yang terdiri dari berbagai unsur dilepas secara langsung oleh Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra depan Taman Kota Singaraja, Kamis (22/4). Sutjidra juga berkesempatan turut serta berkeliling melakukan penyemprotan.

Ditemui usai penyemprotan, Sutjidra menjelaskan kegiatan ini dilakukan di 14 Banjar Adat yang ada di wilayah Desa Adat Buleleng. Digunakannya ekoenzim sekaligus sebagai sosialisasi kepada masyarakat bahwa ekoenzim ramah lingkungan. Serta dapat digunakan dalam beragam fungsi. “Jadi ini sangat baik sekali. Ekoenzim ini juga mendukung program Gubernur Bali tentang pengelolaan sampah yang berbasis pada sumbernya,” jelasnya.

Dengan mengelola sampah yang berbasis pada sumbernya, masyarakat bisa mengurangi polusi. Juga bisa melestarikan bumi sebagai tempat hidup manusia. Pelestarian-pelestarian lingkungan seperti penyemprotan ekoenzim ini perlu dilakukan secara berkesinambungan. Desa Adat Buleleng bersama Banjar Adat di dalamnya diharapkan bisa lebih menyosialisasikan pelestarian lingkungan dengan penggunaan ekoenzim. “Kalau bisa dilakukan pada setiap Banjar Adat yang ada di seluruh Kabupaten Buleleng. Nah ini akan memberikan dampak yang positif bagi pelestarian lingkungan khususnya pengelolaan sampah yang berbasis sumbernya. Jadi ini sampah-sampah rumah tangga yang tidak bermanfaat kita manfaatkan untuk melestarikan lingkungan,” ucap Sutjidra.

Bendesa (Kepala) Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna selaku penggagas kegiatan menyebutkan bersama dengan Komunitas Ekoenzim Kabupaten Buleleng dan instansi terkait seperti Pramuka, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran serta Pokdarwis Belacita Welangun melakukan penyemprotan ekoenzim untuk memperingati Hari Bumi tahun 2021 yang jatuh pada tanggal 22 April. Pada Hari Bumi kali ini, pihaknya mencoba untuk bagaimana melestarikan alam. Salah satunya pemanfaatan ekoenzim untuk disinfektan. “Bahan hasil dari sisa-sisa sampah yang ada di rumah tangga dan dilakukan fermentasi yang kita kenal dengan ekoenzim,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Ekoenzim Kabupaten Buleleng Feri Tanaya mengatakan ekoenzim ini berasal dari proses fermentasi sisa dapur organik baik berupa batang sayur atau buah yang sudah tidak dikonsumsi lagi. Difermentasi dengan campuran gula dan air selama 90 hari. Setelah 90 hari dipisahkan antara cairan dan ampasnya. Cairan tersebut digunakan untuk berbagai macam fungsi seperti pengganti cairan pembersih rumah tangga, untuk kesehatan, kemudian juga untuk pertanian. Termasuk sebagai disinfektan alami. “Mari kita bersama-sama untuk mengelolah sisa dapur kita. Karena dalam proses pembuatan ekoenzim ini, gas metan yang dihasilkan daripada pembusukan sudah tidak ada lagi. Mari kita mengelolah sisa dapur kita untuk melestarikan bumi,” pungkasnya. (dra)

 

 

Posting Komentar

0 Komentar