Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Bersama Satgas Gabungan Personel Kodim Jembrana Bantu Proses Pencarian Dan Evakuasi Tenggelamnya KMP Yunicce Di Pelabuhan Gilimanuk.




Jembrana,Intelmediabali.id-
Proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan laut tenggelamnya KMP Yunice di Pelabuhan Gilimanuk terus dilakukan Tim SAR Gabungan. KMP Yunice milik PT Surya Timur Lines (STL), selasa (29/06/2021) tepatnya dekat suar merah sekitar 300 meter dari dermaga Pelabuhan ASDP Gilimanuk. 


KMP Yunicce bertolak dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk mengalami Blackout pada mesin hingga mengalami kemiringan dan terseret arus lalu tenggelam. Diketahui Kapal yang di Nahkodai Nahkodai Indra Saputra mengangkut 13 ABK dan 41 penumpang serta 3 penumpang tidak terdaftar di manifest  dengan total penumpang sebanyak 57 orang. 

Tim Sar Gabungan yang melibatkan Personel Kodim 1617 Jembrana, TNI Angkatan Laut, Polres Jembrana, Dit Polairud Polda Bali, Sat Polair Polres Jembrana, Brimob Gilimanuk, Basarnas, Bakamla, BPBD Jembrana beserta nelayan setempat terus melakukan evakuasi dan pencarian korban.

Hingga berita ini diturunkan Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dan menemukan barang barang korban yang tercecer. Dari data yang tercatat di Posko Sar Gabungan terdata crew dan penumpang selamat sebanyak 39 orang, korban yang belum ditemukan sebanyak 10 orang serta korban meninggal sebanyak 7 orang berdasarkan Update daya terbaru.

Komandan Kodim 1617 Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna, S. Sos yang turun langsung memantau proses pencarian dan evakuasi korban mengatakan saat ini Tim Sar Gabungan masih terus bekerja keras untuk bisa menemukan korban yang hilang. Pencarian tidak hanya dilakukan oleh petugas melainkan juga oleh nelayan setempat ikut serta melakukan pencarian dengan menggunakan perahu tradisional miliknya, selain itu Personel Kodim bersama Relawan dan Masyarakat sampai saat ini juga masih terus melakukan patroli bersama menyisir bibir pantai Gilimanuk sampai ke Melaya untuk antisipasi ada korban uang terbawa oleh arus saat kejadian.

"Kita terus berupaya dan bekerja keras untuk bisa menemukan korban dan saudara-saudara kita yang saat ini masih dinyatakan hilang" Ucap Dandim Haruna.(Pendim)

Posting Komentar

0 Komentar