Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Bupati Minta Kader PKK Jadi Penggerak Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber



Buleleng,Intelmediabali.id-
Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana para kader Tim Penggerak - Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan  (TP PKK) mampu menjadi motor penggerak, motivator dan penyuluh program pengelolaan sampah berbasis sumber. Sesuai dengan Keputusan Gubernur Bali Nomor 381/03-P/HK/2021 dan diterbitkannya instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber di Desa/Kelurahan dan Desa, merupakan tindak lanjut dari Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dalam rangka mewujudkan pembangunan daerah Bali berdasarkan Visi “NANGUN SAT KERTHI LOKA BALI”.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Buleleng Ni Made Rousmini, saat Pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Tejakula di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, Jumat (4/6).

Agus Suradnyana menjelaskan PKK mempunyai rencana program kerja yang jelas dan mulia yang tertuang dalam 10 program pokok PKK. Program kerja tersebut menyasar langsung satuan masyarakat terkecil yaitu keluarga. “Saya berharap ketua TP PKK yang baru dilantik mampu menyosialisasikan program pokok sampai ke desa. Mampu sebagai penyuluh, motivator dan penggerak masyarakat," jelasnya.

Para kader TP PKK harus mampu menjadi teladan dalam masyarakat dalam pengelolaan sampah. Pola pengelolaan sampah harus diubah untuk meninggalkan pola yang lama. “Pola lama penanganan sampah yaitu kumpul-angkut-buang harus dirubah. Dimulai dengan memilah dan mengolah sampah di sumber. Jangan sampai sampah yang kita hasilkan mengotori desa atau wilayah lainnya,” ucap Agus Suradnyana.

Senada dengan Bupati Agus Suradnyana, Pelaksana Tugas Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Nyonya Ida Ayu Wardhany Sutjidra menekankan bahwa PKK harus mampu menjadi mitra dalam menyukseskan program-program pemerintah daerah. Seperti diketahui saat ini pemerintah sedang menggalakkan vaksinasi sebagai salah satu upaya penanggulangan Covid-19. "Saya harap TP PKK dapat mendukung dan menjadi mitra pemerintah dalam melaksanakan program-program lainnya. Sesuai perannya sebagai pemimpin gerakan memberdayakan dan mensejahterakan keluarga,” ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya mengharapkan kader PKK harus  mampu menularkan disiplin untuk menjalankan protokol kesehatan. Sepuluh program pokok PKK bisa dijalankan dengan baik jika semua sehat. Termasuk program pengelolaan sampah. Pada tahun 2021 semua desa harus melakukan pengelolaan sampah berbasis keluarga. “Ini bisa dimotori oleh ibu-ibu PKK yang bisa mengambil peran sebagai mediator. Mengajarkan pengelolaan sampah dan langsung memberikan contoh pemilahan sampah organik serta anorganik. Kami juga akan mohonkan kepada Bapak Bupati bahwa pengambilan sampah bisa dikhususkan tiap hari sehingga tidak lagi dicampur. Misalkan senin organik, selasa anorganik, begitu baru akan berjalan dengan baik,” ungkap Wardhany Sutjidra.

Ditemui usai dilantik, Ketua TP PKK Kecamatan Tejakula Widiani Suyasa memaparkan bahwa ia akan berusaha menjalankan 10 Program PKK dengan baik. Berkaitan dengan pengelolaan sampah, menurutnya Kecamatan Tejakula sudah dilakukan secara berkelanjutan. “Pemilahan sampah di Tejakula sebenarnya sudah lama dilangsungkan. Sampah plastik dijadikan ecobrick, organiknya dijadikan pupuk cair. Kami akan lebih mengembangkan dan memaksimalkan. Bekerja sama juga dalam hal pemilahan sampah dengan Bank Sampah setempat,” tutup dia. (mnk)

Posting Komentar

0 Komentar