Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Jadi Narasumber Peningkatan Kapasitas Aparatur Satpol PP Dandim 1617 Jembrana Berikan Materi Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan.




Jembrana,Intelmediabali.id-
Wawasan kebangsaan adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Nilai dasar Wawasan Kebangsaan yaitu penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan, tekad bersama untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas merdeka dan bersatu, cinta tanah air dan bangsa, demokrasi atau kedaulatan rakyat, Kesetiakawanan sosial, Masyarakat adil dan makmur.

Bahwa Indonesia memiliki Sumber Daya Alam yang sangat melimpah, namun ada data dari suatu kajian yg menyatakan bahwa Energi Fosil Dunia akan habis di tahun 2043 dan Energi hayati akan habis di tahun 2028. Tentunya itu betul-betul bisa terjadi klo kita sebagai bangsa yang memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah tidak segera  berbenah diri dan bersiap untuk  menghadapi kondisi tersebut ke depannya.

Selain itu menurut Kajian lainnya berdasarkan data Internasional bahwa hampir 15 Juta anak meninggal dalam setahun di seluruh dunia di akibatkan oleh Kelaparan, Gizi buruk serta Pelayanan kesehatan yang tidak baik. Dalam menghadapi perubahan dunia tersebut Pemerintah kita telah merancang Program yaitu *Milestones 100 Tahun Menuju Indonesia Emas* dimana tentunya untuk kita Bangsa Indonesia bisa sampai kesana itu harus dengan bekerja keras.

Hal tersebut disampaikan Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna,S. Sos dalam penyampaian materinya yaitu  Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara pada saat bertindak selaku Narasumber pada acara Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Aparatur (SDM) pada Satuan Polisi Pamong Praja di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Kamis (17/06/2021)

Acara yang berlangsung di Lantai II Kantor Satpol PP Kabupaten Jembrana Jalan Mayor Sugianyar, Kelurahan Dauhwaru dihadiri oleh Dandim 1617 Jembrana Letkol Inf. Hasrifuddin Haruna, S.Sos, Kapolres Jembrana diwakili oleh KBO Reskrim Polres Jembrana Ipda Ketut Astawa,  Kajari Jembrana Triono Rahyudi, SH,MH, Kasat Pol PP Kab. Jembrana I Made Leo Agus Jaya, S. Sos., M. Si, Sekretaris Satpol PP  Jembrana Drs. I Komang Dhiyatmika, Para Kabid dan Kasi dan Pejabat Fugsional Satpol PP Jembrana, Anggota Satpol PP dan Damkar Jembrana. 

Lebih lanjut, Dandim 1617 Jembrana selaku Narasumber menjelaskan dalam materi Bela Negara mengatakan bahwa saat ini Negara kita sedang menghadapi yang namanya *Proxy War*, dimana negara-negara yang berkepentingan memanfaatkan potensi konflik di negara kita misalnya isu Suku, Agama, Ras, dan antar golongan (SARA) untuk memecah belah persatuan dan kesatuan serta kebhinekaan Bangsa kita. 

"Hal lainnya juga yang saat ini  ikut menguras pikiran dan raga serta energi bangsa akibat dari adanya dampak dari penyebaran Narkoba, Miras, dan Pornografi serta maraknya perilaku KKN sehingga menciptakan rasa ketidakadilan yang menyebabkan timbulnya Kerawanan,  Kesenjangan dan Konflik Sosial berkepanjangan di tengah-tengah masyarakat Indonesia" Lanjut Dandim Haruna

Dikatakan Dandim Haruna, bahwa dasar hukum dari Bela Negara itu sendiri tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27 Ayat 3 dimana berbunyi ; Bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Bahwa Wujud dari Bela Negara itu tidak hanya dalam bentuk perang tapi bisa dengan berbagai hal sesuai profesi kita masing-masing.

"Bentuk Bela Negara itu diantaranya seperti; Bagi masyarakat patuh akan aturan dan taat terhadap undang-undang, Bagi pelajar dengan belajar yg tekun dan berprestasi, Bagi Pejabat Negara dengan tidak melakukan Korupsi atau Penyalahgunaan Wewenang dan Jabatan. Yang pada intinya wujud dari Bela Negara tersebut bisa kita lakukan sesuai dengan profesi kita masing-masing dgn tetap berpegang terhadap aturan yang berlaku" Imbuhnya

Menurut Dandim Haruna unsur Bela Negara bisa diwujudkan dalam bentuk Cinta Tanah Air, Kesadaran Berbangsa dan Bernegara serta yakin bahwa Pancasila merupakan Dasar Negara, Pancasila juga sebagai Pedoman Hidup bagi kita semua dalam menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta saling menghargai antar umat beragama. Pancasila sebagai dasar negara sering juga disebut dengan dasar Falsafah Negara.

Di akhir pemaparannya Dandim Haruna mengatakan bahwa Ciri-ciri Pemuda Berkarakter sebagai Calon Pemimpin memiliki ; Pola pikir yang positif, Jujur, Memiliki Kecerdasan yang Berkarakter, Pantang menyerah, Berani Bertarung/Berkompetisi, Berjiwa Pancasila, serta Taat akan Hukum dan Aturan yang berlaku.(RED)

Posting Komentar

0 Komentar