Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Sosialisasi Kebencanaan Kepada Masyarakat Dan Satgas TMMD






Amlapura,Intelmediabali.id-Program TNI Manunggal Masuk Desa  (TMMD) Ke 111 Kodim 1623/Karangasem Tahun Anggaran 2021 di Desa Adat Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem sudah berlangsung selama 23 hari dan tidak terasa dalam seminggu ke depan akan ditutup, sesuai rencana pada tanggal 14 Juli 2021 mendatang. 


Sasaran fisik maupun non fisik secara bertahap dapat dikerjakan dengan pencapaian yang signifikan. 

Seperti halnya kegiatan sasaran non fisik lanjutan yaitu dengan menyelenggarakan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat dan Satgas TMMD, Rabu (07/07/2021) bertempat di Wantilan Desa Sebudi. 

Kegiatan sosialisasi kebencanaan tersebut diisi oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, S.sos, selaku nara sumber. 

Kalakhar BPBD Karangasem menjelaskan semua hal terkait kebencanaan termasuk juga bagaimana mengantisipasi sejak dini jika terjadi sehingga tidak menimbulkan kerugian yang besar 

Menurutnya, jenis-jenis bencana terdiri atas bencana alam seperti gunung meletus, tanah longsor, gempa bumi,  sedangkan bencana non alam seperti kebocoran pipa gas, wabah penyakit seperti Pandemi COVID-19 serta bencana sosial seperti konflik sosial di masyarakat yang sampai menimbulkan pengungsian penduduk. 

Dihadapan masyarakat setempat dirinya memberi contoh nyata dimana masyarakat Desa Sebudi termasuk rentan terhadap bencana alam gunung berapi, mengingat Desa Sebudi dekat dengan Gunung Agung yang merupakan gunung berapi yang masih aktif. 

"Seperti yang terjadi pada Setember Tahun 2017 lalu  Gunung Agung erupsi atau meletus lagi sehingga BPBD Karangasem melaksanakan langkah-angkah penanggulangan kebencanaan diantaranya membangun tenda-tenda pengungsian dan melaksanakan evakuasi terhadap masyarakat di wilayah rawan, tak lupa juga evakuasi hewan ternak milik masyarakat yang terdampak", jelasnya. 

Langkah-langkah yang disiapkan oleh BPBD Karangasem untuk kesiapsiagaan bencana dimulai dengan mendirikan alat peringatan kebencanaan, melaksanakan dan membuka jalan evakuasi, menyiapkan barang-barang penting dalam 1 tas untuk kesiapsiagaan bencana. Kemudian menyiapkan dan berkoordinasi dengan desa adat atau desa dinas tentang tanda-tanda peringatan kebencanaan dan yang paling terpenting langkah yang disiapkan apabila terjadi bencana gunung berapi yaitu segera mecari tempat berlindung, mencari informasi sebanyak mungkin  tentang bencana yang terjadi, Ikuti instruksi dari lembaga terkait dan berwenang. Lebih detail dikatakan jika tidak menemukan tempat berlindung cari tempat ketinggian, jauhi sungai, jauhi lereng gunung jurang dan aliran lahar, selalu gunakan masker, memakai alat bantu pernapasan dan kain lembab, jangan menggunakan lensa kontak, jangan menyebrangi wilayah yang tertutup lahar. 
Tetap tenang dan jangan panik dan segera mengungsi apabila ada himbauan dari aparat terkait. 

"Intinya pahami apa yang dilakukan bila ada tanda-tanda bencana, antisipasi sehingga bisa untuk melakukan penyelamatan", imbuhnya. 

Selain bencana gunung berapi, di wilayah Karangasem perlu juga diwaspadai bencana gempa bumi mengingat bencana ini tidak dapat dideteksi sebelumya sehingga diharapkan kepada masyarakat untuk waspada  dan tahu melakukan tindakan penyelamatan diri. 

Di akhir penyampaiannya Kalakhar BPBD Karangasem tersebut kembali mengingatkan  masyarakat di wilayah Bukit Galah untuk tetap siaga dan waspada karena sampai saat ini aktifitas Gunung Agung belum kembali ke level normal, saat ini masih level 2 tetap waspada.

"Kita ingatkan masyarakat Bukit Galah untuk tetap siaga dan waspada karena sampai saat ini aktifitas Gunung Agung belum ke level normal, masih ada di level 2 waspada", tutupnya.(IMM)

Posting Komentar

0 Komentar