Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Mengandalkan Google Map Bus Pengangkut Rombongan Wisata Tersangkut Di Tikungan Sempit.




Buleleng,Intelmediabali.id- Bus pengangkut rombongan wisata dari Tangerang dengan tujuan Lovina tersangkut ditikungan sempit dan tajam di jalur Singaraja - Denpasar lewat Cempaga, Jumat (17/12/2021).

Bus Pariwisata Wijaya Trans Nopol E 7516 QA, milik Pt. Belni Pulmilasari yang dikemudikan oleh sopir cadangan Asep Budisantoso, 38 Desa Patimban, Kec. Pusakanagara, Kab Subang Jabar yang mengangkut 59 orang penumpang Wisata asal Tangerang dengan tujuan Lovina Singaraja harus terjebak dijalur sempit tepatnya ditikunan tajam dekat perbatasan Pedawa-Asah Gobleg Kecamatan Banjar Buleleng.

Peristiwa tersebut terjadi sekira Pkl. 06.00 WITA, dan berdasarkan penuturan Ujang, 40 th, alamat Desa Batuceper, Tangerang kota, Banten, yang merupakan sopir utama Bus menerangkan bahwa Bus bergerak dari Denpasar dengan tujuan untuk berwisata ke Lovina Singaraja.

"karena capek, saya istirahat dan digantikan oleh Asep, kami berdua memang tidak paham medan disini dan hanya mengandalkan Google Map," terangnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya kerugian materi dan semua penumpang menunggu sambil beristirahat di SD N 5 Gobleg.

Dengan bantuan Derek yang didatangkan dari Wanagiri, Bus yang tersangkut ditikungan jalan akhirnya bisa dirarik untuk membuka akses agar bisa dilewati pengguna jalan yang lain.

Saat hendak putar balik kembali kearah Denpasar, bus kembali terperosok ke pinggir jalan beberapa meter dari lokasi pertama hingga membuat Bus tidak bisa bergerak dan harus menunggu Derek tambahan.

Kapolsek Banjar Kompol Gusti Nyoman Sudarsana, S.St., saat dikonfirmasi mengatakan diduga Sopir bus tidak paham medan, dan hanya mengandalkan Gooe Map sehingga tersesat hingga ke jalur sempit dan memang tidak bisa dilalui oleh Bus Besar.

"Jalan itu selain sempit juga terjal dan tikungannya yang tajam dan tidak bisa dilewati Bus ukuran besar," ungkapnya.

Kompol Gusti Nyoman Sudarsana juga menghimbau kepada masyarakat khususnya Pengemudi Bus Besar dan pengemudi kendaraan roda empat maupun roda dua yang tidak memahami medan disarankan untuk tidak melewati jalur tersebut.

"Bagi Pengemudi yang awam dengan jalur ini Google Map tidak berlaku, kami sarankan lebih baik lewat Munduk atau Git-Git," Pungkasnya.(Imam)

Posting Komentar

0 Komentar