Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

Bermodal Kuali, Polisi Ini Ciptakan Antena Penangkap Sinyal 4G




SUMBAR-INTELMEDIABALI .IDBerprofesi sebagai anggota Polri tidak menjadikan Bripka Ade Nofrianto, 38, Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban masyarakat) Polsek Sipora patah semangat untuk berinovasi. Melalui terobosannya, kini, hampir 100 kepala keluarga (KK) di Desa Sioban memanfaatkan hasil karya ciptaannya berupa antena penangkap sinyal 4G. Seperti apa?

Bermula dari keterbatasan akses internet di Desa Sioban, Bripka Ade terinspirasi menciptakan alat penangkap sinyal 4G. Hanya dengan menggunakan peralatan dapur, seperti kuali masak berbahan aluminium, masyarakat Sioban akhirnya bisa mengakses internet.

“Awalnya saya prihatin melihat kondisi istri yang harus pergi ke tempat-tempat yang memiliki sarana internet untuk mempromosikan usahanya secara online. Memang, awalnya untuk kepentingan pribadi dan juga untuk membantu pengiriman laporan ke Mapolres. Apalagi, juga melihat kondisi pelajar yang mesti antrean untuk mendapatkan akses internet, selama pandemi Covid-19 ini,” ungkap suami dari Nola Elfina, 34.

Awal rangkaian bahan penangkap sinyal 4G tersebut adalah barang bekas aluminium antena UHF dan ditambah dengan rangkaian gulungan tembaga yang dipasang di atas tiang. Butuh penelitian selama lebih kurang 40 hari, untuk bisa mulai merakit perangkat tersebut.

Sayangnya, rangkaian tersebut, belum membuahkan hasil sama sekali. Beberapa video yang ditontonnya melalui aplikasi juga tidak banyak membantu. Akhirnya, salah seorang temannya menyarankan untuk mempelajari salah satu buku, yakni, hukum frekuensi atau gelombang karangan Heinrich Rudolf Hertz seorang fisikawan Jerman yang namanya diabadikan dalam satuan frekuensi hertz.

“Setelah membaca buku tersebut, saya semakin penasaran dan tertantang. Bahkan, keseharian saya, selain piket, saya habiskan di gudang ini. Bahkan, saking kesalnya, istri sempat menyuruh saya tidur di gudang, karena sibuk di gudang terus. Tapi, setelah mulai berhasil mendapatkan sinyal 4G, baru ada semangat lagi,” ungkap pria kelahiran Talang, 19 Juli 1982 tersebut.( Red/ Imam)

Posting Komentar

0 Komentar