Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

𝙳𝚒 𝙲𝚊𝚛𝚒 𝙱𝚎𝚋𝚎𝚛𝚊𝚙𝚊 𝙷𝚊𝚛𝚒 ,𝚃𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚆𝙽𝙰 𝙰𝚜𝚒𝚗𝚐 𝙳𝚒𝚝𝚎𝚖𝚞𝚔𝚊𝚗 𝚂𝚍𝚑 𝚃𝚒𝚍𝚊𝚔 𝙱𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚠𝚊 .





𝐁𝐔𝐋𝐄𝐋𝐄𝐍𝐆 ,𝐈𝐍𝐓𝐄𝐋𝐌𝐄𝐃𝐈𝐀𝐁𝐀𝐋𝐈.𝐈𝐃-Pada hari Selasa tanggal 17 Nopember 2020 sekira pukul 09.35 Wita, bertempat di Banjar Dinas Anyar Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng dilaksanakan kegiatan pencarian hari ke-2 WNA asal Negara Argentina yang hilang di Obyek Wisata Air Terjun Canging Desa Sambangan an. Pablo Agusto, umur 38 tahun, Nomor Paspor AAF363997, Alamat sementara Ubud Kab Gianyar, oleh Tim SAR Gabungan.


Kronologis singkat sebagai berikut :
Bermula pada hari Sabtu tanggal 14 Nopember 2020 sekira pukul 15.00 Wita telah tiba rombongan Tamu Warga Negara Asing dan juga Pemandu Wisata (Guide Lokal) sebanyak 75 orang di Obyek Wisata Air Terjun Canging Banjar Dinas Anyar Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, dengan maksud dan tujuan mereka untuk berkemah di lokasi tersebut.

Para Tamu Warga Negara Asing tersebut diketahui sudah sejak sebelum Pandemi Virus Corona Covid-19 sudah berada di wilayah Pulau Bali dan belum sempat pulang ke Negara asalnya, mereka lebih memilih bertahan dan tinggal di Bali, sehingga dikarenakan sudah jenuh menjalani hari-hari dirumah dan hotel tempat tinggalnya mereka bermaksud mengisi kejenuhannya tersebut dengan rekreasi dan kemah di Kawasan Obyek Wisata Air Terjun Canging.

Kegiatan mereka tersebut sudah dilaporkan dan sudah mendapat izin dari Pemerintah Desa Dinas dan Pemerintah Desa Adat Sambangan dan juga sudah sepengetahuan dari pihak Polsek Sukasada.

Penuturan dari Kelompok Darwis Desa Sambangan 

"korban sudah hilang sejak dari hari Minggu kemarin tanggal 15 Nopember 2020 sekitar pukul 15.30 Wita, yang mana awalnya korban sudah diberitahu untuk tidak naik keatas dan dilarang berkeliaran, namun korban tetap nekat naik keatas dan berkeliaran tanpa menghiraukan peringatan dari Anggota Kelompok Darwis Desa Sambangan. "

"Atas kejadian hilangnya korban pada waktu itu oleh teman temannya dan juga Anggota Kelompok Darwis Desa Sambangan sudah melakukan upaya pencarian dikawasan tersebut hingga melakukan persembahyangan di Pelinggih yang ada disana dengan harapan korban bisa cepat ditemukan, sayangnya kejadian tersebut tidak dilaporkan ke pihak Aparat Keamanan setempat, di peroleh informasi bahwa korban memang bandel dan sebelumnya juga di wilayah Kabupaten Gianyar korban juga pernah hilang dan kembali lagi setelah berselang 3 hari kemudian"jelasnya 

Sekitar pukul 12.00 Wita kejadian tersebut baru dilaporkan ke pihak Aparat Keamanan setempat dan ke Pihak Pemerintah Desa Sambangan, hingga upaya pencarianpun dilakukan dengan memeriksa dan menelusuri kawasan Air Terjun Dedari dan kawasan Air Terjun Cemara, namun hingga pukul 18.00 Wita korban belum juga ditemukan dan karena cuaca sudah mulai gelap upaya pencarianpun dihentikan dan rencananya akan dilanjutkan besok pagi.

Adapun Tim Gabungan yang terlibat dalam kegiatan pencarian tersebut diantaranya adalah :

-. Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Buleleng sebanyak 7 orang.
- TRC BPBD Kabupaten Buleleng.
-. Anggota Polsek Sukasada.
4. Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Sambangan.
-. SAR Radio 115.
- Aparat Pemdes dan masyarakat Desa Sambangan.

Alat yang digunakan dalam kegiatan pencarian WNA tersebut diantaranya adalah :

1. 1 Unit Rescue Carier dan 1 Unit Rapid Landsar Unit.
2. Palsar Monutenering.
3. Alat Komunikasi dan Peralatan pendukung lainnya.
4. APD Covid-19.

Rangkaian kegiatan pencarian pada hari ke-2 meliputi sebagai berikut :
Pada tanggal 17 Nopember 2020 sekira pukul 09.35 Wita Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Buleleng sebanyak 7 orang personil bergerak untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
Pukul 10.35 Wita Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Buleleng melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Buleleng, Polsek Sukasada dan Aparat Desa Sambangan.

Team Gabungan melakukan pencarian hingga ke arah sungai di dekat perkemahan, berselang 20 menit, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia yang mengapung di sungai Sir Terjun Cemara yang lokasinya tak jauh dari lokasi Air Terjun Canging, kondisi mayat korban sangat mengenaskan dengan luka lecet pada bagian tangan dan kaki serta kepala pecah yang diduga akibat terbentur bebatuan, indikasi meninggalnya korban sementara diduga kalau korban awalnya naik keatas air terjun yang cukup tinggi dan kakinya terpeleset hingga korban jatuh dan meninggal dunia, namun demikian pihak Kepolisian akan tetap melakukan penyelidikan terhadap peristiwa yang menimpa korban.

Menurut Salah Satu Sumber Di Lokasi "Pada Pukul 12.40 Wita jenasah korban dievakuasi menuju Parkiran PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro) Muara, selanjutnya jenasah korban dibawa ke RSUD Buleleng menggunakan Mobil Ambulance milik PMI."

"Pukul 13.00 Wita kegiatan pencarian WNA oleh Tim Sar Gabungan selesai berjalan dengan tertib, aman dan lancar. "( Red/ Imam)




Posting Komentar

0 Komentar