Header Ads Widget

Hosting Unlimited Indonesia

Update

8/recent/ticker-posts

𝙎𝙚𝙠𝙚𝙡𝙪𝙢𝙞𝙩 𝘽𝙞𝙤𝙜𝙧𝙖𝙛𝙞 𝘿𝙧 𝙆𝙚𝙩𝙪𝙩 𝙋𝙪𝙩𝙧𝙖 𝙎𝙚𝙙𝙖𝙣𝙖 𝙎𝙥 𝙊𝙂 ( 𝘿𝙧 𝘾𝙖𝙥𝙪𝙩 ) 𝘽𝙪𝙡𝙚𝙡𝙚𝙣𝙜 𝑩𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 1





𝗕𝘂𝗹𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴 ,𝗜𝗻𝘁𝗲𝗹𝗺𝗲𝗱𝗶𝗮𝗯𝗮𝗹𝗶.𝗶𝗱 -Terlahir dari keluarga sederhana dengan lima bersaudara, dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG sebagai anak keempat pasangan Nyoman Gelgel Sulendra, BA dengan Ni Ketut Sukarni memiliki kesederhanaan dalam hidup, bahkan masa kecil dokter yang akrab disapa Dokter Caput ini memiliki banyak kenangan dan menjalani dengan rasa syukur.

Dokter Putra Sedana menuturkan masa kecilnya penuh dengan warna kehidupan dalam kesederhanaan bersama kedua orang tua dan empat saudaranya, namun masa kecil itu kemudian mengantarkan dirinya menjadi seorang dokter. “Saya masa kecil yang penuh indah karena menjalani apa adanya,” ujarnya.

Menuntaskan pendidikan dasar di Singaraja membuat suami Putu Dewi Puspitawati, SH., MM. Mengenal dekat tempat kelahirannya dengan berbagai potensi yang dimiliki, sehingga dari didikan kedua orang tuanya menjadi anak yang mandiri dan tidak pernah memilih teman dalam pergaulan, bahkan nama panggilan Caput didapatkannya saat berjualan es keliling hingga saat ini masih melekat dan sering dipanggil dokter caput.

“Saya menjalani hidup dari SD belajar mandiri untuk bisa mendapatkan bekal ke sekolah pertama dengan berjualan es kaput, sehingga dipanggilah saya caput, berjualan es kaput itu sangat luar biasa dari kecil, SD kelas IV saya berjualan keliling kota singaraja untuk mendapatkan uang saku,” kenang dokter Caput.

Menyelesaikan pendidikan di SD 17/21 Singaraja pada tahun 1981, Putra Sedana melanjutkan pendidikan ke SMP N 1 Singaraja hingga tahun 1984 dan kemudian meneruskan ke SMA N 1 Singaraja. “Di SMP saya pernah ngernet untuk mencari uang saku dan juga menjaga bola saat orang main tennis, di SMA mulai mengajar karate,” paparnya.

Dalam tempaan hidup yang sederhana menjadikan pribadi dokter caput saat itu berupaya untuk menyelesaikan pendidikannya, setamat dari SMANSA tahun 1987, Putra Sedana memilih masuk ke Fakultas Kedokteran Universitas Udayana di Denpasar.

Ayah dari tiga orang anak ini kemudian ditahun 1995 resmi menyandang gelar seorang dokter didepan namanya, bahkan pendidikan khususpun mulai dilalui melalui Program Pendidikan Dokter Spesialis.

dr. Ketut Putra Sedana, Sp. OG., selalu mengingat pesan kedua orang tuanya yang kini telah almarhum, dimana pendidikan menjadi kunci kesuksesan hidup, bahkan dari pesan itu hingga saat ini masih selalu diingatnya. “Hanya dengan belajar nanti akan bisa mengubah nasib kita, ini sampai sekarang pesan orang tua saya ini saya pegang, hanya dengan belajar mengubah nasib kita,” tegasnya.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini juga kini tengah menempuh studi Program S-3 Ilmu Pendidikan di Undiksha Singaraja melihat kondisi masyarakat di beberapa tempat mengingatkan pesan kedua orang tuanya, sehingga menjadikannya sebagai orang tua asuh dalam pendidikan untuk 25 anak yang tidak mampu. “Memang ada beberapa anak angkat saya, sebagai orang tua asuh, semoga mereka bisa terbantu untuk bisa belajar dan mengubah nasib,” ungkap Putra Sedana.

Selain aktif di dunia kedokteran dan pendidikan, pemilik Klinik Bersalin Permata Bunda Singaraja ini juga aktif diberbagai organisasi, mulai dari politik dengan akfif di DPC PDI Perjuangan hingga organisasi sosial kemasyarakatan sebagai Ketua DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Buleleng termasuk di olahraga, khususnya di Karate Inkai dan FORKI, bahkan dirinya berharap di Buleleng tidak ada anak-anak yang putus sekolah lantaran tidak memiliki biaya untuk bersekolah.

Sosok Yang bersahaja dan ramah ini sampai saat ini selalu mengabdikan hidupnya di Kegiatan Relawan Kemanusiaan ,

Beliau Juga Mempunyai Kepedulian Kepada Buleleng ,Dengan Harapan Dan Impian ,Buleleng Kedepan SDM Nya Bermental Agamis ,Dengan Menggalakkan Pusat pusat Studi Agama Hindu ,Sehingga Di Harapkan Muncul Kader Kader Generasi Yang Mempunyai Revolusi Mental Untuk Kemajuan Buleleng KeDepan ,Dan Semua Biaya Sekolah Di Buleleng Gratis ,Dan Harapan Beliau Tidak Ada Lagi Anak Putus Sekolah Di Buleleng Di 2023 Karena Faktor Biaya


Dr Caput Juga Memiliki Jumlah anak asuh 38 orang Yang Dibiayai Sekolahnya Dan Di Jamin Masa Depannya ,Dan Menjadi Donatur Tetap Di Beberapa Yayasan Dan Ashram ,Dan Ini Beliau Lakukan Tampa Mau Di Publikasikan ,Di Buleleng Kita Jarang Menemukan Tokoh Seperti Beliau 

Salah Satu Faktor Keberhasilan Juga Dari Sukses Dalam Rumah Tangga Dan Keharmonisan ,Jarang Sekali Di Temukan Ada Permasalahan Di Keluarga Dr Caput  ,Dua Putra Beliau Juga Meneruskan Jejak Beliau di Di Dunia Kedokteran ,Wahyu Di Universitas Marwadewa  Denpasar  ,Sedang Cakra Di Undiksha Buleleng  Yang Sama sama Menjadi Mahasiwa Fakultas Kedokteran ,Mengikuti Jejak Sang Ayah .

Imam Heru Darmawan
Pimred Intelmediabali .

Posting Komentar

0 Komentar