Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mencuat Dugaan Kuat Konflik Kepentingan Dan Aktor Intelektual Di Balik Kasus Batu Ampar

Jumat, 17 Juni 2022 | Juni 17, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-06-17T14:31:21Z

(warga batu ampar silahturahmi dengan Kapolres Buleleng )


Buleleng,Intelmediabali.id-


Sisi kelam kasus tanah Batu Ampar Desa Pejarakan  yang identik dengan konflik kepentingan mulai terkuak ,manakala di satu sisi di hari yang sama dan jam yang sama warga desa Batu Ampar melakukan Silahturahmi dengan Kapolres Buleleng .

      (Aksi Di Depan Polres Buleleng)

Disisi lain Beberapa orang warga datang ke Polres Buleleng dengan membawa spanduk bertulisan,” Tangkap Perampas Tanah Milik Warga Batu Ampar !!!, didampingi Nyoman Tirtawan.

Sebelumnya telah disampaikan surat permakluman kepada Kapolres Buleleng dalam acara mengadakan penyampaian aspirasi bersama 55 warga pemilik tanah Batu Ampar desa Pejarakan Gerokgak yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Juni 2022, surat tersebut ditanda tangani Nyoman Tirtawan tertanggal 16 Juni 2022.

Kedatangan beberapa warga masyarakat pada hari ini Jumat (17/6/2022) pukul 10,00 wita ke Polres Buleleng berkaitan dengan surat permakluman Nyoman Tirtawan diterima langsung Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Kabag SDM) Kompol I Gede Juli, S.Ip., didampingi Kabag Res serta Kbo Reskrim Polres Buleleng dan pertemuan dilakukan di Gedung Ananta Wijaya.

Nyoman Tirtawan menyampaikan permintaan pengembangan dan penanganan atas laporan yang disampaikan kepada Polres Buleleng dengan adanya dugaan perampasan tanah yang berlokasi di Batu Ampar Desa Pejarakan dengan teradu Bupati Buleleng.

Namun hal mencengangkan terjadi Disisi lain di saat sebagian warga masyarakat Batu Ampar Desa Pejarakan Gerokgak dengan waktu yang sama hari Jumat (17/6/2022) pukul 10.00 wita melaksanakan silahturahmi dengan Kapolres Buleleng AKBP Andrian P., S.H., S.I.K., M.Si., yang didampingi Kasat Reskrim, Kasat Intelkam dan Kapolsek Gerokgak.

Dari informasi yang dihimpun team media Pertemuan silahturahmi digelar di pantai pasir putih Banjar Dinas Batu Ampar Desa Pejarakan Gerokgak.

       (Gede Kariasa Baju Kuning )


Melalui salah satu perwakilan masyarakat Batu Ampar Gede Kariasa menyampaikan kepada Kapolres Buleleng, ucapan terimakasih kepada Kapolres Buleleng atas kehadirannya menemui masyarakat Batu Ampar terkait dengan permasalahan yang dihadapinya yang sampai saat ini belum diketahui perkembangannya, ucapnya.

Kapolres Buleleng menyampaikan bahwa terhadap penanganan dugaan kasus perampasan tanah milik warga Batu Ampar yang dilaporkan Nyoman Tirtawan sudah ditindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan masih dalam proses penyelidikan, dan perkembangan hasil penyelidikan sudah disampaikan kepada pihak pengadu/pelapor Nyoman Tirtawan berupa SP2HP ( Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan ) pada tanggal 14 Juni 2022, ucap Kapolres.

Mendapatkan penjelasan dengan baik tentang penanganan kasus yang terjadi di Batu Ampar dari Kapolres, secara spontan warga masyarakat yang diwakili Gede Kariasa menyampaikan, bahwa selama ini terhadap perkembangan hasil penyelidikan yang disampaikan melalui SP2HP sampai saat pertemuan ini tidak pernah disampaikan kepada masyarakat oleh Tirtawan, ucapnya.

“Bapak Nyoman Tirtawan bukan merupakan kuasa hukum atau pengacara kami”, tegasnya.

“ Masyarakat  Batu Ampar dengan adanya keinginan ajakan Nyoman Tirtawan ke Polres Buleleng, masyarakat tidak ada yang mau bahkan tidak ada yang hadir bila Nyoman Tirtawan mengajak masyarakat ke Polres Buleleng “, tegasnya.

           (tanda tangan warga )

Ditegaskan kembali oleh Gede Kariasa, “ inilah yang saya takutkan, padahal intinya kami hanya ingin mengetahui sejauh mana proses perkembangan penanganan kasus batu ampat, hanya itu saja dan tidak ada yang lain, yang ternyata perkembangannya sudah disampaikan oleh Polres Buleleng melalui SP2HP dan ternyata saya tidak diberitahukan oleh Nyoman Tirtawan”, tutupnya.


Hal itu juga disayangkan oleh Pentolan LSM Gema Nusantara Anton Sanjaya Kiabeni ,saat di konfirmasi team media menjelaskan "LSM Genus sebagai mitra KPK memastikan ke lokasi kehadiran warga , namun di pastikan tidak ada warga batu ampar yang hadir ,ini aneh "Jelasnya .

Menurut Anton ,Kedatangan Kapolres ke Pejarakan sudah  di agendakan lama karena berbarengan dengan program vaksinasi dari Mabes Polri menepis dugaan dan opini bahwa Kapolres Andrian tidak mau menemui 

Hal senada juga disampaikan Kadus Batu Ampar yang dihubungi team media ." Ampure pak,masalah itu tiang tidak tau karena tidak ada info a ketiang termasuk ke pak mekel ' papar Kadus Wendra.

Fakta mencengangkan di paparkan Perbekel Desa Pejarakan I Made Astawa , Pak Nyoman Tirtawan dulu hanya sekali bertemu di Kantor ( medio 2017 .Red) bawa Wartawan mengatasnamakan Wakil rakyat pada saat masih menjabat DPRD Provinsi Bali

" Tiang (saya) tanya Surat Tugas dari Pimpinan malah mengatakan membela warga katanya"Ungkap Mekel


Mekel Astawa juga berharap permasalahan ini biar jelas dan tidak membias mengatasnamakan warga masyarakat Batu Ampar apalagi masyarakat Desa Pejarakan

"Sehingga sangat berdampak menghambat Pembangunan khususnya sektor Pariwisata di Kawasan Batu Ampar dan Kesejahteraan Masyarakat khususnya di wilayah Desa Pejarakan dan sekitarnya"Tegas Mekel Astawa.

Sepanjang berita ini ditayangkan kami masih meminta konfirmasi ke beberapa pihak (JC81)




Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update